Minggu, 12 Januari 2014

Permainan Gatrik

Oleh Gigih Firman Hartono

Permainan gatrik merupakan permainan tradisional masyarakat Sunda. Pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Germainan gatrik adalah permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira-kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Permainan gatrik biasanya dilakukan di lapangan atau halaman tanah terbuka. Jumlah pemain sebanyak 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 2-5 anak. Biasanya digunakan batu (bata) sebagai landasan gatrik atau benda lain yang bisa digunakan sebagai landasan gatrik
Ada tiga babak dalam permainan permainan gatrik, pertama dengan menyilangkan gatrik pendek diatas batu atau wok dengan dilempar memakai gatrik panjang,  nah tugas lawan adalah menjaga dan berusaha menangkap lemparan gatrik pendek, jika tidak bisa maka masih ada kesempatan lagi yaitu dengan memasang gatrik panjang di atas batu atau wok dengan posisi menyilang, sekarang yang dilempar adalah gatrik pendek bila kena ke gatrik panjang maka gantian kelompok lawan yang memainkan gatrik.
Bila permainan gatrik masih kalah maka masuk ke babak kedua yaitu dengan cara permainan gatrik panjang dan gatrik pendek dipegang oleh pemain gatrik, gatrik pendek di pukul keras - keras supaya terlempar jauh dan tugas untuk lawan yaitu menjaga atau berusaha menangkap gatrik pendek yang terlempar tersebut, kalau tidak bisa tertangkap maka harus berusaha mendekatkan lemparan gatrik pendek tersebut supaya terlempar mendekat wok atau sandaran batu, supaya pemain gatrik tidak mendapat kan nilai karena terlalu dekat ke wok dan tidak bisa di jengkal.

Babak ke tiga atau permainan gatrik terakhir yaitu biasa disebut dengan gepok lele yaitu dengan cara menaruh gatrik pendek sejajar dengan wok lalu dipukul bagian ujungnya supaya gatrik pendek tersebut terpental agak naik nah kalau sudah begitu tinggal di pukul sekali lagi dengan tenaga pooool, tugas penjaga atau lawan tetap berusaha menangkap lemparan gatrik pendek yang dipukul tersebut bila tidak tertangkap maka pemain gatrik tinggal menghitung jarak antara jatuhnya gatrik pendek  ke wok atau batu sandaran, biasanya di hitung kelipatan lima.. sepuluh... lima belas... dua pulu dan seterusnya nah jumlah nilai itu menentukan kemenangan dalam permainan gatrik...

Sabtu, 11 Januari 2014

Mendoan


Ada abanyak macam jenis makanan di Indonesia, karena Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya maka tak heran jika Indonesia memiliki banyak ragam makanan. Seperti contoh udeg dari Yogyakarta, pempek dari Palembang, dan masih banyak lagi makanan-makanan yang khas dan juga lezat untuk di nikmati. Makanan-makanan tersebut tentu mempunyai rasa dan cirri yang khas sehingga dapat membedakan dengan makanan-makanan dari daerah lain.
Tapi disini saya akan membahas lebih detail tentang makanan Khas dari dearah saya yaitu Banyumas, di banyumas sendiri terdapat banyak ragam makanan khas seperti getuk goreng, soto sokaraja, dan Mendoan, yang paling disukai oleh masyarakat dan paling di cari oleh wisatawan yang singgah di kota banyumas adalah mendoan. Jadi saya akan membahas lebih detail lagi tentang mendoan itu sendiri.
Mendoan adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar kedelai, yang tentunya sehat karena mengandung Protein Nabati yang sangat baik bagi kesehatan. Kedelai kemudian difermentasi dan di bungkus dengan daun pisang, kenapa di bungkus dengan daun pisang? Karena jika dibungkus dengan bahan lain akan mengurangi cita rasa dari tempe tersebut, daun pisang dapat menambah rasa gurih pada tempe yang sudah jadi nantinya.
Setelah kedelai menjadi tempe baru lah bisa dibuat menjadi mendoan, yang cara pembuatannya adalah sebagai berikut tumbuk bumbu-bumbu yang terdiri dari garam dan merica yang sudah di sangria, kemudian campurkan tepung terigu dan aci kanji kedalam mangkok atau wadah yang sudah di sediakan, kemudian masukan bumbu halus yang sudah di tumbuk, jika ingin menambahkan rasa gurih masukan juga daun bawang yang sudah diiris kedalam adonan, kemudian masukan air secukupnya aduk hingga merata. Setelah adonan tercampur semua kemudian masukan tempe kedalam adanan tersebut sampai semua permukaan tempe terkena adonan. Panaskan penggorengan dengan nyala api yang kecil, mengapa dengan api yang kecil? Karena jika apinya terlalu besar akan merusak tekstur dari mendoan tersebut karena bisa jadi menjadi kering dan gosong. Setelah penggorengan panas masukan tempe yang sudah terccampur adonan kedalam penggorengan dan masak hingga setengah matang. Angkat dan mendoan sudah dapat di sajikan dengan cocolan sambal kecap atau sambel trasi.

Mendoan di sajikan setengah matang karena itu merupakan cirri khas dari mendoan itu sendiri, jika tempe digoreng sampai kering itu disebut dengan kripik tempe. Jadi itulah yang membedakan mendoan dengan olahan tempe lainnya. Jika anda tertarik silahkan mencobanya di rumah dan jika anda malas untuk membuatnya anda dapat berkunjung ke banyumas dan menikmati mendoan yang lezat itu. Selamat mencoba.

Minggu, 05 Januari 2014

Honai

oleh
Chandra Dwi W
Unniversitas Negeri Semarang
Honai merupakan rumah adat yang berasal dari Papua. Rumah Honai  tersebut terbuat dari kayu dengan atap yang mengkrucut dengan terbuan dari jerami atau ilalang. Rumah honai ini terlihat tertutup karena tidak memiliki jendela, karena rumah ini sendiri berfungsi untk melindungi para suku Dani dari hawa dingin yang menusuk didaerah hutan. Rumah honai tersebut dibangun dengan kisaran tinggi 2 – 2,5 meter. Dan didalam rumah Honai ini terdapat 2 lantai. Lantai pertama merupakan kama kamar dan digunakan sebagai tempat untuk tidur, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat beraktifitas seperti ruang santai dan lain lain. Di tengah tengah ruangan yang berada di lantai pertama terdapat api unggun yang digunakan untuk menghangatkan diri di dalam rumah. Rumah adat papua ini memang cukup sederhana yang dijadikan patokan utama bagi suku Dani untuk membangung rumah tempat tinggalnya sendiri. Karena suku dani sendiri kerap kali berpindah tempat ketempat yang ingin ditingggali.
                Rumah adat honai ini dibagi menjadi 3, bagian pertama yaitu rumah untuk para lelaki yang biasa disebut Honai. Bagian kedua untuk para kaum wanita yang biasa disebut dengan Ebei. Dan bagian yang terakhir untuk para ternak mereka disebut deengan Wamai. Tapi untuk sekarang ini orang papua tinggal dalam satu rumah keluarga besar, akan tetapi ternak ternak mereka seperti babi selalu mendapatkan rumah sendri. Karena bagi mereka ternak ternak mereka adalah harta yang sangat berharga. Rumah adat Honai ini sekarang hanya bisa ditemukan di pedalaman hutan saja karena sekarang sudah tergusur dengan peradaban yang maju, sehingga jarang orang orang suku dani jarang membuat rumah ini lagi.
                Rumah adat papua itu memang ada satu saja yaitu Honai, akan tetapi terkadang ada beberpa perbedaan antar rumah adat. Rumah honai ini biasa dibuat secara berkelompok karena terkadang 1 keliuarga membutuhkan lebih dari 1 rumah. Dan rumah ini biasa didirikan berkelompok dengan satu desa. Karena ke khasannya dan kesederhanaannya rumah ini sangat berbeda dengan rumah rumah adat lain yang berada di daerah daerah di Indonesia.

Rendang

oleh
Chandra Dwi W
Unniversitas Negeri Semarang


Rendang merupakan makanan tradisional yangn berasal dari Minangkabau / masyarakat Padang. Makanan rendang ini merupakan makanan yang bersantan dan terdapat daging sapi didalamnya, yang dimasak bersama bumbu-bumbu / rempah rempah yang bervariasi sehingga tercipta rasa yang khas pada lidah. Rendang ini sangat sesuai dihidangkan sebagai lauk atau pendamping makanan pokok. Rendang biasanya disajikan sebagai hidangan pada hari besar seperti Aidilfitri dan Aiduladha serta pada acara istimewa seperti acara pekawinan, sunatan, syukuran dan lain lain. Makanan ini sangat digemari dari semua kalangan masyarakat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia.
                Pada tahun 2013, rendang menjadi salah satu makanan popular di dunia yang setara dengan makanan makanan enak lainnya seperti pizza nasi goring dan lain lain. Dalam menikmati rendang saat ini kita tidak usah pergi jauh jauh ke tempat makanan ini berasal, sekarang ini cukup dengan pergi kerumah makan padangyang bergeletak di mana mana.
                Dengan rasa yang khas, makanan ini sulit dilupakan. Rasa yang pedas dan banyak rempah rempah yang sesuai dengan lidah orang Indonesia menjadikan makanan ini  menjadi makanan yang merakyat. Karena dalam rendang tersebut kunci dari kenikmatannya sendiri itu terletak pada proses pembuatannya  yang membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan cita rasa yang enak dinikmati.  Namun hal itu sebanding denagn rasa yang kita dapatkan.
                Rendang bukan popular karena rasanya saja tetapi juga terdapat banyak manfaat bagi tubuh kita. Rempah rempah yang terdapat pada rendang terdapat berbagai manfaat. Seperti bawang putih, untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Jahe, untuk melancarkan pembuluh darah. Serta lengkuas yang terbukti sebagai anti mikroba dan lain lain. Renadng juga terdapat kabohidrat yang cukup tinggi yang berguna bagi orang orang yang aktif. Akan tetapi walaupun rendang banyak manfaat bagi tubuh rendang juga memiliki kekurangan. Dalam  rendang juga terdapat kolesterol yang cukup tinggi pula sehingga bagi kalangan dewasa jangan memakan terlalu lambat karena bisa menyebabkan penyakit kolesterol. Rendang bermanfaat bagi anak anak untuk perkembangannya.
 

Sabtu, 04 Januari 2014

Kopi jos

oleh 
wardiman joyonegoro 


keyword : Kopi Jos
Kopi ini memiliki istilah nama unik serta sangat jarang diketahui orang. Kopi Joss ini berasal dari pulau jawa, apalagi kalau bukan dari Yogyakarta Jawa Tengah, tetapi bagi anda yang ingin mencoba kopi ini tidak perlu lagi harus terbang ke jogja.

Kopi Joss sekarang sudah mulai menyebar di jawa timur, anda cukup menggerakan kaki anda untuk berjalan mencicipi kopi joss ini di kota yang terkenal dengan julukan Kota Bandeng dan Udang. Apalagi kalau bukan dengan sebutan kota Sidoarjo.


Kopi Joss Jogjakarta Yang Berkhasiat

Di Sidoarjo, ada dua tempat yang berjualan Kopi Joss. Pertama, di Jalan Gajah Mada yang tepatnya berhadap-hadapan dengan Bank BII, Kedua, yakni di Jalan Jaksa Agung Suprapto tepatnya belakang Bank Jatim. Warung kopi ini menamakan dirinya, Wedangan HIK (Hidangan Istimewa Kota) kang Mangun Asli khas Solo.

Kopi Joss, merupakan  kopi yang memiliki metode pembuatan unik dengan diberi bara arang. Ketika kopi tubruk panas ini diberi atau dimasukkin arang yang panas, maka kopi tersebut akan mengeluarkan suara josss yang kencang sehingga terciptalah nama kopi itu. Selain itu, khasiat dari kopi ini banyak peneliti yang mengakui kalau  kadar kafeinnya dinilai rendah karena metode pembuatannya dinetralisir oleh arang. Arang yang dipanaskan pada suhu diatas 250° Celcius akan menjadi karbon aktif yang berguna mengikat polutan dan racun. Namun katanya, karbon yang teraktivasi dapat mengurangi ampas kopi, mengikat racun, dan memperbaiki aroma.

Lomba balap karung

oleh 
wardiman joyonegoro 




keyowrd : Balap Karung  Balap karung adalah salah satu lomba yang selalu diadakan hampir di setiap daerah ketika memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Namun konon, adanya permainan balap karung tidak sejak Indonesia merdeka, melainkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Waktu itu permainan sering dilalukan oleh anak-anak usia 6-12 tahun pada saat ada acara-acara keramaian atau perayaan di sekolah-sekolah Belanda atau di kampung-kampung. Seiring perkembangan zaman, saat ini permainan juga dilakukan oleh orang dewasa di perkantoran dan pabrik-pabrik untuk ikut memerihkan hari kemerdekaan Indonesia.


Pemain
Permainan balap karung dapat dikategorikan sebagai permainan segala umur (anak-anak, remaja dan dewasa) yang dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Jumlah pemainnya antara 4--6 orang, baik dalam bentuk kelompok dengan anggota maksimal 2 orang maupun perseorangan. Selain pemain, lomba balap karung juga menggunakan wasit untuk mengawasi jalannya perlombaan dan menetapkan pemenang.


Tempat dan Peralatan Permainan
Permainan balap karung tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang luas. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di pekarangan rumah atau di tanah lapang. Luas arena permainan balap karung ini hanya sepanjang 15--20 meter dan lebar sekitar 3--4 meter yang dibagi menjadi 4 atau 5 jalur.
Sedangkan peralatan permainannya adalah: (1) kapur tulis atau pecahan genting untuk membuat garis batas antarpemain; (2) peluit untuk memberi aba-aba; dan (3) karung beras atau karung terigu ukuran lima puluh kilogram yang nantinya akan dikenakan oleh para pemain ketika berlomba.


Aturan Permainan
Aturan dalam permainan ini tergolong mudah, yaitu seseorang harus melompat memakai karung dari garis start menuju ujung lintasan dan kembali lagi garis start semula. Apabila permainan dilakukan secara berkelompok, ketika pemain telah kembali ke garis start maka ia akan digantikan pemain lain dalam regunya. Dan, regu yang berhasil mencapai garis start/finish dengan catatan waktu tercepat dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sebagai catatan, perlombaan biasanya menggunakan sistem gugur karena jumlah pesertanya banyak. Jadi, apabila seseorang atau sebuah regu berhasil menang, ia harus melawan lagi pemenang yang lain. Sedangkan yang kalah dinyatakan gugur dan tidak dapat bermain lagi.


Jalannya Permainan
Permainan balap karung diawali dengan pengundian untuk menentukan regu atau pemain mana yang akan memulai. Cara menentukannya ada yang mirip seperti arisan yaitu menuliskan nama-nama pemain atau regu yang akan bermain dalam secarik kertas kecil lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol atau gelas kemudian dikocok. Apabila permainan beregu, maka dua regu yang gulungan kertasnya pertama keluar dari botol akan mendapat giliran pertama untuk bermain, sedangkan regu lainnya sesuai dengan urutan kertas yang keluar selanjutnya.
Setelah proses pengundian selesai, maka kedua regu yang terdiri dari dua atau tiga orang akan segera memasuki arena permainan. Selanjutnya, satu persatu dari anggota regu secara bergiliran akan melompat memakai karung dari garis start menuju ujung lintasan dan kembali lagi ke garis start semula untuk digantikan oleh anggota lain dalam regunya. Begitu seterusnya hingga seluruh anggota regu mendapat giliran untuk melompat dan regu yang lebih dahulu mencapai garis finis dinyatakan sebagai pemenangnya.


Nilai Budaya
Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai balap karung ini adalah: kerja keras, kerja sama, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain untuk dapat mencapai garis finis secepat mungkin. Nilai kerja sama tercermin dari kekompakan para pemain ketika sedang bermain. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. [Ali Gufron]