Selasa, 03 Desember 2013

Klepon




Oleh Endang Sunarsih





Sumber gambar www.google.com


Klepon sejenis jajanan pasar yang terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil. Klepon ini jika di sumatra dan malaysia disebut onde-onde tetapi jika di jawa onde-onde adalah bola-bola yang terbuat dari tebung beras kemudian diberi biji wijen. Klepon ini terbuat dari tepung beras ketan yang di bentuk bola bola kecil dan di dalam klepon tersebut ada gula merah yang direbus dengan air sampai mendidih.
Klepon ini biasanya disajikan dengan getuk dan cenil atau bisa disebut cetil. Biasanya klepon, gethuk dan setil disajikan di atas daun jati atau daun pisang. Getuk terbuat dari ketela pohon atau singkong yang dikupas kemudian dikukus, ditumbuk, lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan, agar lebih enak biasanya ditaburi dengan parutan kelapa. Beda gethuk beda cetil makanan ini memang sama-sama ditaburi parutan kelapa tapi bentuknya berbeda. Cetil atau cenil ini terbuat dari pati ketela pohon tetapi bentuk cetil ini bisa bulat-bulat kecil atau kotak lalu diberi warna sesuai selera sebelum direbus.
Klepon enak jika dimakan pagi atau sore hari karena rasanya yang gurih dan manis. Rasa gurih ini dari tepung beras ketan dan rasa manis dari gula jawa yang berada di tengah-tengah klepon ini. Pertama kali menggigit rasanya gurih karena lapisan luar klepon ini adalah kelapa yang diparut dan tepung beras ketan yang sudah matang. Setelah kita menggit penuh si klepon ini rasanya yumy manisnya gula jawa cair dan panas yang muncrat seakan membuat kita merasa terkejut. Cairan gula jawa merah ini panas karena klepon ini baru saja matang.
Kue tradisional yang biasanya berwarna hijau ngejreng ini ternyata warna hijau ini bukan dari pewarna kimia, warna hijau ini didapatkan dari daun pandan yang ditumbuk lalu di ambil airnya, nah jadilah klepon yang berwarna hijau ngejreng ini. tetapi karena kreatifnya si pembuat klepon ini sekarang terdapat berbagai macam warna contohnya kuning dan merah.

Senin, 02 Desember 2013

Emping Mlinjo

Emping Mlinjo
Oleh : Vernanda Davega



sumber :www.google.com

Emping mlinjo merupakan makanan tradisional yang terbuat dari isi mlinjo, emping mlinjo banyak ditemukan di daerah kabupaten Batang terutama di kecamatan limping yang terletak di sebelah timur kota Batang, di sana banyak sekali para pembuat emping mlinjo. Limping sendiri sering di sebut kota emping karena banyak pembuat emping dan penjual emping mlinjo disana, jenis jenis emping mlinjo sekarang tidak hanya di buat kerupuk emping atau kripik saja seiring dengan perkembangan jaman emping sekarang dibuat ada banyak banyak pilihan rasa mulai dari pedas, manis, pedas manis, pedas gurih dan rasa keju. Ada juga emping mlinjo kletuk, yaitu jenis emping mlinjo yang lebih keci dan lebih gurih dari emping mlnjo yang biasanya. Emping mlinjo juga di buat dalam adanan membuat brownis, emping bisa di gunakan sebagai pengganti kacang yang biasanya di buat dalam brownis.
Cara membuat emping mlinjo sebenarnya gampang-gampang susah, pertama tama mlinjo yang sudah di petik dari pohan di kupas dan di ambil bijinya yang berwarna hitam, kemudian biji mlinjo yang sudah di kupas di sangria dalam wajan yang terbuat dari tanah kemudian di beri pasir dalam wajan yang bertujuan supaya panasnya merata, setelah sudah panas dan di rasa mlinjo sudah matang  biji mlinjo di ambil dari wajan kemudian di tekan menggunakan batu supaya kulit yang ada di biji mlinjo bisa terkupas, kemudian isi mlinjo yang sudah benar-benar bersih di tumbuk menggunakan palu khusus supaya mlinjo bisa benar-benar tipis dan tumbukanya rata, setelah itu mlinjo yang sudah di tumbuk di jemur di bawah sinar matahari, setelah mlinjo sudah gepeng atau tipis biasanya orang-orang menyebutnya emping, kemudian setelah emping mlinjo kering lalu emping bisa di goreng sampai matang setelah itu emping sudah bisa di makan dan di sajikan.
Pembuatan emping mlinjo sendiri sebenarnya membutuhkan waktu yang relative cukup lama karena emping mlinjo yang di jemur di bawah sinar matahari tidak mesti kering dalam satu hari, tergantung dengan cuaca juga, hal tersebut yang membuat keunikan dari pembuatan emping mlinjo karena proses pembuatanya yang masih serba tradisional.

Berkat kemajuan informasi dan teknologi sekarang emping mlinjo berlahan memasuki pasar internasional, hal tersebut berarti menunjukan bahwa makanan tradisional Indonesia bisa di terima di internasional. Emping mlinjo yang dulunya hanya cemilan biasa atau cemilan orang desa sekarang menjadi cemilan yang di gemari banyak orang, di kecamatan limping sendiri sebagai penghasil emping mlinjo mayoritas ibu rumah tangga di sana berprofesi sebagai pembuat emping, tetapi sayangnya harga emping mlinjo yang tidak pasti membuat upah yang di terima para pembuat emping mlinjo terkadang sangat minim hal itu di sebabkan karena permainan harga pasar, hal itu sangat di sayangkan karena hal itu dapat menurunkan produktifitas emping mlinjo sendiri sebagai asset dari kabupaten batang khususnya di kecamatan limping.

Minggu, 01 Desember 2013

Tari Sintren

Oleh Umi Kulsum
1102413006



            Tari Sintren merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari Jawa khususnya Cirebon. Tari ini tidak hanya terkenal di daerah Cirebon saja, namun terkenal juga di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti Indramayu, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Pekalongan. Nama lain dari tari Sintren ini adalah tari Lais. Sintren berasal dari dua kata yaitu sinyo dan trennen. Sinyo itu berarti pemuda sedangkan trennen berarti latihan. Jadi tari Sintren yaitu pemuda-pemuda yang sedang berlatih kesenian.

            Tari Sintren dikenal sebagai jenis tari yang berbau magis karena tari ini menceritakan tentang kisah percintaan antara Sulandono seorang putra dari Bupati Kendal yang bernama Ki Bahurekso dengan Sulasih seorang perempuan yang berasal dari Desa Kalisalak. Akan tetapi hubungan asmara tersebut tidak mendapatkan restu dari Ki Bahurekso. Dan pada akhirnya Sulandono memutuskan pergi untuk bertapa sedangkan Sulasih memilih untuk menjadi seorang penari. Namun keduanya masih dapat bertemu melalui alam gaib dengan bantuan dari Dewi Rantamsari yang memasukan roh bidadari kedalam tubuh Sulasih dan bantuan dari roh ibunya Sulandono yang memanggil Sulandono untuk menemui sulasih.

            Sejak saat itu tari Sintren dikenal dengan tarian magis karena dalam pertunjukan tari tersebut penarinya dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan syarat penari tersebut dalam keadaan suci. Biasanya roh yang dimasukan kedalam penari itu adalah roh Dewi Lanjar karena pawing tari tersebut mempunyai kepercayaan bahwa jika bisa memanggil roh tersebut maka penari akan terlihat lebih cantik dan lebih lincah serta mempesona dalam membawakan tari Sintren.

            Keunikan yang dimiliki oleh tari sintren adalah ditarikan oleh seorang gadis yang masih suci yang dibantu oleh seorang pawang serta ditemani oleh 6 gending yang diiringi dengan penggunaan alat-alat music yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bamboo yang ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas. Seiring dengan perkembangan zaman fungsi tari Sintren ini dijadikan sebagai hiburan rakyat yang kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan pelawak untuk lebih menarik penonton.

Tari Selamat Datang, Papua Timur

Tari Selamat Datang Energik dan Asyik!
Oleh Octaviani Hidayahti Maulida


sumber gambar: www.google.com

Beragamnya jenis tarian di Indonesia yang unik dan indah sering dijadikan sebagai opening di berbagai acara pergelaran budaya Indonesia hingga dalam acara besar seperti yang diadakan pada tahun 2011 lalu dalam acara ASEAN GAMES (SEA Games XXVI). Dalam pelenggaraan SEA Games tersebut terdapat banyak kesenian berupa tarian tradisional yang ditampilkan sebagai acara pembuka, salah satunya adalah tari selamat datang.


Tari selamat datang merupakan tarian yang berasal dari Papua Timur. Tarian yang menjadi andalan di daerah Papua ini sangat dikenal kekhasan gerakannya yang energik dan dinamis, ditambah dengan aksesoris para penarinya seperti hiasan kalung dan tutup kepala yang terbuat dari kerang atau gigi dan tulang hewan yang menarik seperti hendak berperang ternyata mampu mencuri perhatian para penonton.

sumber gambar: www.google.com

Tarian selamat datang menjadi sebuah icon atau ekspresi gembira dan rasa hormat yang ditunjukkan para penduduk Papua dalam ritual penyambutan tamu. Tarian ini melibatkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat papua (memakai sehelai kain yang menutupi bagian depan tubuh) lengkap dengan tameng dan tombak. Terdapat pula sekumpulan orang atau regu musisi yang mengiringi tarian ini dengan alat musik seperti gitar, ukulele, tifa dan stem bass yang biasanya dibuat sendiri oleh penduduk Papua.


Gitar yang digunakan untuk mengiringi tarian selamat datang tidak berbeda jauh dengan gitar yang digunakan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sedangkan ukulele adalah sebuah alat musik petik sejenis gitar namun berukuran mini sekitar ± 20 inci. Tifa merupakan alat musik yang mirip dengan gendang, pukulan nada yang keluar dari tifa membuat tarian selamat datang menjadi lebih meriah dan asyik sehingga sangat menarik untuk di ikuti dalam setiap gerakan yang ditampilkan oleh para penari tari selamat datang.

sumber gambar: www.google.com

Tarian selamat datang masih tergolong sebagai jenis tarian tradisional, ditambah dengan keaslian adat istiadat Papua yang masih terjaga hingga saat ini, maka dengan keunikan dan asyiknya tarian selamat datang semakin membuat Papua memiliki pesona tersendiri dibandingkan dengan daerah yang lain. Meski Papua menjadi daerah sulit terjamah oleh pemerintah dan masyarakat,Indonesia beruntung memilki Papua yang sangat konsisten dengan menjaga warisan-warisan dari para leluhurnya.

Walaupun tarian selamat datang masih terjaga dari sisi tradisional dan budayanya, kita sebagai generasi bangsa harus tetap menjaga dan melestarikan secara terus menerus tarian yang didominasi dengan gerakan lompat-lompat energik dan diiringi dengan dendangan irama tifa ini untuk para penerus bangsa Indonesia di masa depan. Berinovasi dalam dunia seni tari dengan mengangkat budaya ujung Indonesia yaitu ufuk Merauke dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk nyata kita mencintai Negeri yang kaya ini.

tari kuda lumping

oleh Chandra Dwi Widyantoro
NIM 1102413037
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Tidak dipungkiri lagi bahwa Indonesia adalah Negara yang multicultural, yang artinya adalah Negara yang banyak akan budaya di setiap daerahnya. Apalagi masalah tarian, di setiap daerah entah itu kota atau kabupaten pasti memiliki tarian yang khas dari daerah asalnya masing- masing. Salah satunya yang akan saya angkat yaitu tentang tarian “KUDA LUMPING” yang berasal dari darah Jawa.  Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian kuda lumping, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tarian Kuda Lumping juga biasa akrab kita sebut sebagai tari jaran kepang.
 Tarian kuda lumping adalah seni tari yang di mainkan property kuda tiruan. Tarian tersebut menampilkan sekolompok prajurit tengah menunggang kuda. Biasanya tarian ini menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari bahan bamboo yang dianyam sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk kuda. Setelah dianyam kemudian di cat dan dihias dengan kain yang beraneka ragam warna sehingga mempercantik kuda-kudaan tersebut. Tarian kuda lumping biasanya menampilkan adegan adegan prajurit berkuda. Tetapi kadang kala penampilan kuda lumping menyajikan atraksi kesurupan, kekebalan dan kekuatan magis. Bahkan dalam atraksi tersebut diselipi dengan atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh dari deraan pecut yang berkali kali mendarat di badan penari.  Dan lagi atraksi ekstrim yang mencengangkan sepertimenyayat lengan dengan golok, membakkar diri, membakar diri, berjalan diatas pecahan kaca serta adegan ekstrim yang lainnya. Dalam atraksi tersebut biasanya terdapat pawang untuk mengendalikan dan menjaga para penari agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Dalam setiap pertunjukan tarian kuda lumping terdiri dari 4 fragmen yaitu 2 kali tarian Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begin putri
Konon tarian kuda lumping itu identic dengan kesurupan dan berhubungan dengan magis. Dan ada yang berpendapat juga bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda. 
Kuda luping mencerminkan semangat para pasukan berkuda atau kavaleri.  Dalam pertunjukannya tari kuda lumping menggunakan kaca beling batu dan jimat. Selain mengandung unsur hiburan tarian kuda lumping ini juga memiliki unsur ritual. Dikarenkan sebelum para penari beraksi, terlebih dahulu pawang hujan akan melkukan ritual untuk menolak hujan demi kelancaran tarian ini. Hal tersebut terjadi dikarenakan pertunjukan tarian kuda lumping biasa dilakukan di tanah lapang.

Tari Topeng

TARI TOPENG
Oleh Wardiman Joyonegoro
1102413005
sumber gambar: www.google.com

keyword : Tari Topeng 
Tari topeng adalah salah satu tarian tradisional yang ada di Cirebon. Tari ini dinamakan tari topeng karena ketika beraksi sang penari memakai topeng. Konon pada awalnya, Tari Topeng diciptakan oleh sultan Cirebon yang cukup terkenal, yaitu Sunan Gunung Jati. Ketika Sunan Gunung Jati berkuasa di Cirebon, terjadilah serangan oleh Pangeran Welang dari Karawang. Pangeran ini sangat sakti karena memiliki pedang Curug Sewu. Melihat kesaktian sang pangeran tersebut, Sunan Gunung Jati tidak bisa menandinginya walaupun telah dibantu oleh Sunan Kalijaga dan Pangeran Cakrabuana. Akhirnya sultan Cirebon memutuskan untuk melawan kesaktian Pangeran Welang itu dengan cara diplomasi kesenian.
Berawal dari keputusan itulah kemudian terbentuk kelompok tari, dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penarinya. Setelah kesenian itu terkenal, akhirnya Pangeran Welang jatuh cinta pada penari itu, dan menyerahkan pedang Curug Sewu itu sebagai pertanda cintanya. Bersamaan dengan penyerahan pedang itulah, akhirnya Pangeran Welang kehilangan kesaktiannya dan kemudian menyerah pada Sunan Gunung Jati. Pangeran itupun berjanji akan menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati yang ditandai dengan bergantinya nama Pangeran Welang menjadi Pangeran Graksan. Seiring dengan berjalannya waktu, tarian inipun kemudian lebih dikenal dengan nama Tari Topeng dan masih berkembang hingga sekarang
Dalam tarian ini biasanya sang penari berganti topeng hingga tiga kali secara simultan, yaitu topeng warna putih, kemudian biru dan ditutup dengan topeng warna merah. Uniknya, tiap warna topeng yang dikenakan, gamelan yang ditabuh pun semakin keras sebagai perlambang dari karakter tokoh yang diperankan. Tarian ini diawali dengan formasi membungkuk, formasi ini melambangkan penghormatan kepada penonton dan sekaligus pertanda bahwa tarian akan dimulai. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju-mundur yang diiringi dengan rentangan tangan dan senyuman kepada para penontonnya.Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan membelakangi penonton dengan menggoyangkan pinggulnya sambil memakai topeng berwarna putih, topeng ini menyimbolkan bahwa pertunjukan pendahuluan sudah dimulai. Setelah berputar-putar menggerakkan tubuhnya, kemudian para penari itu berbalik arah membelakangi para penonton sambil mengganti topeng yang berwarna putih itu dengan topeng berwarna biru. Proses serupa juga dilakukan ketika penari berganti topeng yang berwarna merah. Uniknya, seiring dengan pergantian topeng itu, alunan musik yang mengiringinya maupun gerakan sang penari juga semakin keras. Puncak alunan musik paling keras terjadi ketika topeng warna merah dipakai para penari.

Description: Tarian Topeng 189x300 Tari Topeng Cirebon

Setiap pergantian warna topeng itu menunjukan karakter tokoh yang dimainkan, misalnya warna putih. Warna ini melambangkan tokoh yang punya karakter lembut dan alim. Sedangkan topeng warna biru, warna itu menggambarkan karakter sang ratu yang lincah dan anggun. Kemudian yang terakhir, warna merah menggambarkan karakter yang berangasan (temperamental) dan tidak sabaran. Dan busana yang dikenakan penari biasanya selalu memiliki unsur warna kuning, hijau dan merah yang terdiri dari toka-toka, apok, kebaya, sinjang, dan ampreng.
Pokok-pokok dalam Tari Topeng ini adalah
Adeg-Adeg yaitu Kita harus berdiri dengan kokoh agar tidak tergoyahkan.
Pasangan yaitu kita senantiasa memberikan suri tauladan kepada orang lain dengan berbuat kebajikan dan kebaikan.
Capang yaitu agar kita selalu ringan tangan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan.
Banting Tangan yaitu kita harus senantiasa bekerja keras.
Jangkungilo yaitu mengukur keinginan kita dengan kemampuan yang ada.
Godeg yaitu geleng kepala, Maknanya apabila kita melihat saudara kita sesama manusia yang sedang dilanda kesulitan atau kesusahan kita senantiasa menggelengkan kepala dan kemudian menolongnya sesuai kemampuan.
Gendut yaitu dalam hidup kita jangan gemuk sendiri karena masih banyak saudara-saudara kita yang kekurangan dan hidup dibawah garis kemiskinan.
Kenyut yaitu kepincut. Maknanya kita kepincut kepada hal-hal yang sifatnya positip dan konstruktif.
Nindak / Njangka yaitu bertindak atau berbuat. Maknanya kita senantiasa harus berbuat kepada jalan yang diridhoi Allah SWT.
Penggunaan Topeng didalam tarian ini mempunyai makna kehidupan yaitu sebagai berikut :Description: panji 202x300 Tari Topeng Cirebon
Panji yaitu menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Gerakannya halus dan lembut. Tidak seluruh tubuh digerakan. Panji akronim dari kata MAPAN ning kang siji yang artinya tetap kepada yang satu atau esa “Tidak ada Tuhan selain Allah”
Samba atau Pamindo yaitu melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak. Sikapnya lincahDescription: samba 202x300 Tari Topeng Cirebon dan lucu tapi juga luwes. Berasal dari kata SAMBANG atau SABAN yang artinya setiap. Maknanya bahwa setiap waktu kita diwajibkan mengerjakan segala Perintah- NYA. Sedangkan Pamindo artinya Diduakalikan (Dipindoni), maknanya bahwa disamping mengerjakan perintah – NYA, kita juga perlu melaksanakan hal –hal yang sunnah.
Description: rumyang 202x300 Tari Topeng CirebonRumyang yaitu menggambarkan kehidupan seorang remaja akil balig. Rumyang berasal dari kata Arum / Harum dan Yang / Hyang (Tuhan).Maknanya bahwa kita senantiasa mengharumkan nama Tuhan yaitu dengan Do’a dan dzikir





Temenggung yaitu Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna.Description: tumenggung 202x300 Tari Topeng Cirebon Memberikan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa mengembangkan silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh.
Description: klana 202x300 Tari Topeng Cirebon
Klana atau Rahwanamelambangkan sifat angkara murka yang terdapat di dalam manusia. Kelana artinya Kembara atau Mencari. Bahwa dalam hidup ini kita wajib berikhtiar
Jika disimpulkan tarian ini mencerminkan kehidupan manusia dari lahir hingga ajal menjemput, seperti 5 ruas jari yaitu lahir, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua.



Tari Saman



Oleh : Hasna Rosyida Valentin






Indonesia . Seperti yang sudah kita ketahui banyak budaya yang ada didalamnya. Contohnya dari kesenian. Didalam kesenian terdapat tarian, alat musik dan lain – lain. Disini akan mengulas lebih dalam tentang sebuah tarian yang berasal dari Aceh. Tarian yang sudah cukup dikenal oleh banyak orang. Tarian tersebut adalah tari Saman. Tari Saman yang disebut juga sebagai tarian seribu tangan yang memiliki gerakan yang memukau dan melihatkan kekompakan, kecermatan dan kecepatan para penarinya.

Tari Saman merupakan salah satu tarian dari suku Gayo (Gayo Lues), Aceh.  Yang biasanya selalu ditampilkan dalam peristiwa – peristiwa penting dalam adat. Selain itu juga sering ditampilkan dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan konteks masa kini, tarian ini ditampilkan dalam acara – acara yang bersifat resmi, contohnya kunjungan tamu penting, selain itu juga ditampilkan dalam pembukaan acara budaya. Konon tari Saman dari Aceh ini didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, yang berasal dari Aceh Tenggara tepatnya di Gayo.

Pada umumnya sebuah tari mengandung sebuah pesan tanpa kecuali tari Saman. Tarian ini mengandung unsur keagamaan, , pendidikan , kepahlawanan, kekompakan, kebersamaan, dan sopan santun. Seperti yang sudah banyak orang ketahui tari Saman ini biasanya ditampilkan tanpa disertai alunan alat musik, tari Saman ini mengunakan alunan suara yang keluar dari para penari dan disertai pula dengan tepuk tangan mereka yang sering dikombinasi dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronasi dan menghempaskan badan keberbagai arah. Pada dasarnya tari saman ini memiliki dua unsur dasar dalam menari yaitu tepuk tangan dan tepuk dada. Tarian saman merupakan salah satu tarian yang menarik dan unik. Gerakan yang digunakan dalam menari saman antara lain gerak guncang, kirep, lingang, surang – saring. (Gerakan tersebut merupakan bahasa Gayo).

Syair yang digunakan untuk mengiringi tarian Saman tersebut menggunakan bahasa Gayo. Alunan senandung dari para penari membuat tarian tersebut semakin dinamis. Cara mengalunkan syair – syair dalam tari saman terdapat 5 cara. Antara lain rengum yaitu alunan yang diawali oleh pengangkat, dering yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari, redet yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari, syek yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking biasanya sebagai tanda perubahan gerak, dan saur yaitu lagu yang diulang oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penyanyi solo. (Wikipedia)

Dalam sebuah pertunjukan tari Saman, yang tidak kalah pentingnya adalah tentang busana atau kostum yang digunakan. Kostum atau busana khusus untuk menampilkan tari Saman terbagi atas tiga bagian antara lain pada bagian kepala yaitu bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju ; pada bagian badan yaitu baju pokok atau sering disebut baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung ; pada bagian tangan yaitu topeng gelang, sapu tangan. Warna yang dipilih mengandung makna seperti kekompakan, kebijaksanaan, keberanian, keperkasaan dan keharmonisan.

Melestarikan kepada para penerus bangsa sangat perlu dilakukan agar tetap terjaganya tarian ini. Namun seiring dengan perkembangan zaman fungsi tari Saman mulai bergeser menjadi sebuah hiburan, yang ditampilkan dalam pesta – pesta, hajatan dan acara lainnya. Pada zaman dulu tari Saman ini ditampilkan oleh sekelompok pemuda laki – laki namun kini perempuan pun ikut serta dalam menari. Seharusnya tarian ini dilestarikan tanpa harus meninggalkan nilai – nilai yang ada didalamnya.

UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah menetapkan tari Saman yang berasal dari Gayo Lues sebagai warisan budaya dunia yang memerlukan perlindungan mendesak. Penobatan tari yang sarat dengan nilai religius itu dihasilkan melalui Sidang ke-6 Komite Antar Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Nusa Dua, Bali 22-29 Nopember 2011. (kompasiana.com). Dengan diperolehnya anugrah dari UNESCO seharusnya tari Saman ini memperoleh perhatian khusus dari pemerintah. Jangan sampai Indonesia mulai “kebakaran jenggot”  setelah tarian ini diadopsi oleh Negara lain.

Kata Kunci : Tari Saman