Minggu, 12 Januari 2014

Permainan Gatrik

Oleh Gigih Firman Hartono

Permainan gatrik merupakan permainan tradisional masyarakat Sunda. Pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Germainan gatrik adalah permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira-kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Permainan gatrik biasanya dilakukan di lapangan atau halaman tanah terbuka. Jumlah pemain sebanyak 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 2-5 anak. Biasanya digunakan batu (bata) sebagai landasan gatrik atau benda lain yang bisa digunakan sebagai landasan gatrik
Ada tiga babak dalam permainan permainan gatrik, pertama dengan menyilangkan gatrik pendek diatas batu atau wok dengan dilempar memakai gatrik panjang,  nah tugas lawan adalah menjaga dan berusaha menangkap lemparan gatrik pendek, jika tidak bisa maka masih ada kesempatan lagi yaitu dengan memasang gatrik panjang di atas batu atau wok dengan posisi menyilang, sekarang yang dilempar adalah gatrik pendek bila kena ke gatrik panjang maka gantian kelompok lawan yang memainkan gatrik.
Bila permainan gatrik masih kalah maka masuk ke babak kedua yaitu dengan cara permainan gatrik panjang dan gatrik pendek dipegang oleh pemain gatrik, gatrik pendek di pukul keras - keras supaya terlempar jauh dan tugas untuk lawan yaitu menjaga atau berusaha menangkap gatrik pendek yang terlempar tersebut, kalau tidak bisa tertangkap maka harus berusaha mendekatkan lemparan gatrik pendek tersebut supaya terlempar mendekat wok atau sandaran batu, supaya pemain gatrik tidak mendapat kan nilai karena terlalu dekat ke wok dan tidak bisa di jengkal.

Babak ke tiga atau permainan gatrik terakhir yaitu biasa disebut dengan gepok lele yaitu dengan cara menaruh gatrik pendek sejajar dengan wok lalu dipukul bagian ujungnya supaya gatrik pendek tersebut terpental agak naik nah kalau sudah begitu tinggal di pukul sekali lagi dengan tenaga pooool, tugas penjaga atau lawan tetap berusaha menangkap lemparan gatrik pendek yang dipukul tersebut bila tidak tertangkap maka pemain gatrik tinggal menghitung jarak antara jatuhnya gatrik pendek  ke wok atau batu sandaran, biasanya di hitung kelipatan lima.. sepuluh... lima belas... dua pulu dan seterusnya nah jumlah nilai itu menentukan kemenangan dalam permainan gatrik...

Sabtu, 11 Januari 2014

Mendoan


Ada abanyak macam jenis makanan di Indonesia, karena Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya maka tak heran jika Indonesia memiliki banyak ragam makanan. Seperti contoh udeg dari Yogyakarta, pempek dari Palembang, dan masih banyak lagi makanan-makanan yang khas dan juga lezat untuk di nikmati. Makanan-makanan tersebut tentu mempunyai rasa dan cirri yang khas sehingga dapat membedakan dengan makanan-makanan dari daerah lain.
Tapi disini saya akan membahas lebih detail tentang makanan Khas dari dearah saya yaitu Banyumas, di banyumas sendiri terdapat banyak ragam makanan khas seperti getuk goreng, soto sokaraja, dan Mendoan, yang paling disukai oleh masyarakat dan paling di cari oleh wisatawan yang singgah di kota banyumas adalah mendoan. Jadi saya akan membahas lebih detail lagi tentang mendoan itu sendiri.
Mendoan adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar kedelai, yang tentunya sehat karena mengandung Protein Nabati yang sangat baik bagi kesehatan. Kedelai kemudian difermentasi dan di bungkus dengan daun pisang, kenapa di bungkus dengan daun pisang? Karena jika dibungkus dengan bahan lain akan mengurangi cita rasa dari tempe tersebut, daun pisang dapat menambah rasa gurih pada tempe yang sudah jadi nantinya.
Setelah kedelai menjadi tempe baru lah bisa dibuat menjadi mendoan, yang cara pembuatannya adalah sebagai berikut tumbuk bumbu-bumbu yang terdiri dari garam dan merica yang sudah di sangria, kemudian campurkan tepung terigu dan aci kanji kedalam mangkok atau wadah yang sudah di sediakan, kemudian masukan bumbu halus yang sudah di tumbuk, jika ingin menambahkan rasa gurih masukan juga daun bawang yang sudah diiris kedalam adonan, kemudian masukan air secukupnya aduk hingga merata. Setelah adonan tercampur semua kemudian masukan tempe kedalam adanan tersebut sampai semua permukaan tempe terkena adonan. Panaskan penggorengan dengan nyala api yang kecil, mengapa dengan api yang kecil? Karena jika apinya terlalu besar akan merusak tekstur dari mendoan tersebut karena bisa jadi menjadi kering dan gosong. Setelah penggorengan panas masukan tempe yang sudah terccampur adonan kedalam penggorengan dan masak hingga setengah matang. Angkat dan mendoan sudah dapat di sajikan dengan cocolan sambal kecap atau sambel trasi.

Mendoan di sajikan setengah matang karena itu merupakan cirri khas dari mendoan itu sendiri, jika tempe digoreng sampai kering itu disebut dengan kripik tempe. Jadi itulah yang membedakan mendoan dengan olahan tempe lainnya. Jika anda tertarik silahkan mencobanya di rumah dan jika anda malas untuk membuatnya anda dapat berkunjung ke banyumas dan menikmati mendoan yang lezat itu. Selamat mencoba.

Minggu, 05 Januari 2014

Honai

oleh
Chandra Dwi W
Unniversitas Negeri Semarang
Honai merupakan rumah adat yang berasal dari Papua. Rumah Honai  tersebut terbuat dari kayu dengan atap yang mengkrucut dengan terbuan dari jerami atau ilalang. Rumah honai ini terlihat tertutup karena tidak memiliki jendela, karena rumah ini sendiri berfungsi untk melindungi para suku Dani dari hawa dingin yang menusuk didaerah hutan. Rumah honai tersebut dibangun dengan kisaran tinggi 2 – 2,5 meter. Dan didalam rumah Honai ini terdapat 2 lantai. Lantai pertama merupakan kama kamar dan digunakan sebagai tempat untuk tidur, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat beraktifitas seperti ruang santai dan lain lain. Di tengah tengah ruangan yang berada di lantai pertama terdapat api unggun yang digunakan untuk menghangatkan diri di dalam rumah. Rumah adat papua ini memang cukup sederhana yang dijadikan patokan utama bagi suku Dani untuk membangung rumah tempat tinggalnya sendiri. Karena suku dani sendiri kerap kali berpindah tempat ketempat yang ingin ditingggali.
                Rumah adat honai ini dibagi menjadi 3, bagian pertama yaitu rumah untuk para lelaki yang biasa disebut Honai. Bagian kedua untuk para kaum wanita yang biasa disebut dengan Ebei. Dan bagian yang terakhir untuk para ternak mereka disebut deengan Wamai. Tapi untuk sekarang ini orang papua tinggal dalam satu rumah keluarga besar, akan tetapi ternak ternak mereka seperti babi selalu mendapatkan rumah sendri. Karena bagi mereka ternak ternak mereka adalah harta yang sangat berharga. Rumah adat Honai ini sekarang hanya bisa ditemukan di pedalaman hutan saja karena sekarang sudah tergusur dengan peradaban yang maju, sehingga jarang orang orang suku dani jarang membuat rumah ini lagi.
                Rumah adat papua itu memang ada satu saja yaitu Honai, akan tetapi terkadang ada beberpa perbedaan antar rumah adat. Rumah honai ini biasa dibuat secara berkelompok karena terkadang 1 keliuarga membutuhkan lebih dari 1 rumah. Dan rumah ini biasa didirikan berkelompok dengan satu desa. Karena ke khasannya dan kesederhanaannya rumah ini sangat berbeda dengan rumah rumah adat lain yang berada di daerah daerah di Indonesia.

Rendang

oleh
Chandra Dwi W
Unniversitas Negeri Semarang


Rendang merupakan makanan tradisional yangn berasal dari Minangkabau / masyarakat Padang. Makanan rendang ini merupakan makanan yang bersantan dan terdapat daging sapi didalamnya, yang dimasak bersama bumbu-bumbu / rempah rempah yang bervariasi sehingga tercipta rasa yang khas pada lidah. Rendang ini sangat sesuai dihidangkan sebagai lauk atau pendamping makanan pokok. Rendang biasanya disajikan sebagai hidangan pada hari besar seperti Aidilfitri dan Aiduladha serta pada acara istimewa seperti acara pekawinan, sunatan, syukuran dan lain lain. Makanan ini sangat digemari dari semua kalangan masyarakat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia.
                Pada tahun 2013, rendang menjadi salah satu makanan popular di dunia yang setara dengan makanan makanan enak lainnya seperti pizza nasi goring dan lain lain. Dalam menikmati rendang saat ini kita tidak usah pergi jauh jauh ke tempat makanan ini berasal, sekarang ini cukup dengan pergi kerumah makan padangyang bergeletak di mana mana.
                Dengan rasa yang khas, makanan ini sulit dilupakan. Rasa yang pedas dan banyak rempah rempah yang sesuai dengan lidah orang Indonesia menjadikan makanan ini  menjadi makanan yang merakyat. Karena dalam rendang tersebut kunci dari kenikmatannya sendiri itu terletak pada proses pembuatannya  yang membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan cita rasa yang enak dinikmati.  Namun hal itu sebanding denagn rasa yang kita dapatkan.
                Rendang bukan popular karena rasanya saja tetapi juga terdapat banyak manfaat bagi tubuh kita. Rempah rempah yang terdapat pada rendang terdapat berbagai manfaat. Seperti bawang putih, untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Jahe, untuk melancarkan pembuluh darah. Serta lengkuas yang terbukti sebagai anti mikroba dan lain lain. Renadng juga terdapat kabohidrat yang cukup tinggi yang berguna bagi orang orang yang aktif. Akan tetapi walaupun rendang banyak manfaat bagi tubuh rendang juga memiliki kekurangan. Dalam  rendang juga terdapat kolesterol yang cukup tinggi pula sehingga bagi kalangan dewasa jangan memakan terlalu lambat karena bisa menyebabkan penyakit kolesterol. Rendang bermanfaat bagi anak anak untuk perkembangannya.
 

Sabtu, 04 Januari 2014

Kopi jos

oleh 
wardiman joyonegoro 


keyword : Kopi Jos
Kopi ini memiliki istilah nama unik serta sangat jarang diketahui orang. Kopi Joss ini berasal dari pulau jawa, apalagi kalau bukan dari Yogyakarta Jawa Tengah, tetapi bagi anda yang ingin mencoba kopi ini tidak perlu lagi harus terbang ke jogja.

Kopi Joss sekarang sudah mulai menyebar di jawa timur, anda cukup menggerakan kaki anda untuk berjalan mencicipi kopi joss ini di kota yang terkenal dengan julukan Kota Bandeng dan Udang. Apalagi kalau bukan dengan sebutan kota Sidoarjo.


Kopi Joss Jogjakarta Yang Berkhasiat

Di Sidoarjo, ada dua tempat yang berjualan Kopi Joss. Pertama, di Jalan Gajah Mada yang tepatnya berhadap-hadapan dengan Bank BII, Kedua, yakni di Jalan Jaksa Agung Suprapto tepatnya belakang Bank Jatim. Warung kopi ini menamakan dirinya, Wedangan HIK (Hidangan Istimewa Kota) kang Mangun Asli khas Solo.

Kopi Joss, merupakan  kopi yang memiliki metode pembuatan unik dengan diberi bara arang. Ketika kopi tubruk panas ini diberi atau dimasukkin arang yang panas, maka kopi tersebut akan mengeluarkan suara josss yang kencang sehingga terciptalah nama kopi itu. Selain itu, khasiat dari kopi ini banyak peneliti yang mengakui kalau  kadar kafeinnya dinilai rendah karena metode pembuatannya dinetralisir oleh arang. Arang yang dipanaskan pada suhu diatas 250° Celcius akan menjadi karbon aktif yang berguna mengikat polutan dan racun. Namun katanya, karbon yang teraktivasi dapat mengurangi ampas kopi, mengikat racun, dan memperbaiki aroma.

Lomba balap karung

oleh 
wardiman joyonegoro 




keyowrd : Balap Karung  Balap karung adalah salah satu lomba yang selalu diadakan hampir di setiap daerah ketika memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Namun konon, adanya permainan balap karung tidak sejak Indonesia merdeka, melainkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Waktu itu permainan sering dilalukan oleh anak-anak usia 6-12 tahun pada saat ada acara-acara keramaian atau perayaan di sekolah-sekolah Belanda atau di kampung-kampung. Seiring perkembangan zaman, saat ini permainan juga dilakukan oleh orang dewasa di perkantoran dan pabrik-pabrik untuk ikut memerihkan hari kemerdekaan Indonesia.


Pemain
Permainan balap karung dapat dikategorikan sebagai permainan segala umur (anak-anak, remaja dan dewasa) yang dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Jumlah pemainnya antara 4--6 orang, baik dalam bentuk kelompok dengan anggota maksimal 2 orang maupun perseorangan. Selain pemain, lomba balap karung juga menggunakan wasit untuk mengawasi jalannya perlombaan dan menetapkan pemenang.


Tempat dan Peralatan Permainan
Permainan balap karung tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang luas. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di pekarangan rumah atau di tanah lapang. Luas arena permainan balap karung ini hanya sepanjang 15--20 meter dan lebar sekitar 3--4 meter yang dibagi menjadi 4 atau 5 jalur.
Sedangkan peralatan permainannya adalah: (1) kapur tulis atau pecahan genting untuk membuat garis batas antarpemain; (2) peluit untuk memberi aba-aba; dan (3) karung beras atau karung terigu ukuran lima puluh kilogram yang nantinya akan dikenakan oleh para pemain ketika berlomba.


Aturan Permainan
Aturan dalam permainan ini tergolong mudah, yaitu seseorang harus melompat memakai karung dari garis start menuju ujung lintasan dan kembali lagi garis start semula. Apabila permainan dilakukan secara berkelompok, ketika pemain telah kembali ke garis start maka ia akan digantikan pemain lain dalam regunya. Dan, regu yang berhasil mencapai garis start/finish dengan catatan waktu tercepat dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sebagai catatan, perlombaan biasanya menggunakan sistem gugur karena jumlah pesertanya banyak. Jadi, apabila seseorang atau sebuah regu berhasil menang, ia harus melawan lagi pemenang yang lain. Sedangkan yang kalah dinyatakan gugur dan tidak dapat bermain lagi.


Jalannya Permainan
Permainan balap karung diawali dengan pengundian untuk menentukan regu atau pemain mana yang akan memulai. Cara menentukannya ada yang mirip seperti arisan yaitu menuliskan nama-nama pemain atau regu yang akan bermain dalam secarik kertas kecil lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol atau gelas kemudian dikocok. Apabila permainan beregu, maka dua regu yang gulungan kertasnya pertama keluar dari botol akan mendapat giliran pertama untuk bermain, sedangkan regu lainnya sesuai dengan urutan kertas yang keluar selanjutnya.
Setelah proses pengundian selesai, maka kedua regu yang terdiri dari dua atau tiga orang akan segera memasuki arena permainan. Selanjutnya, satu persatu dari anggota regu secara bergiliran akan melompat memakai karung dari garis start menuju ujung lintasan dan kembali lagi ke garis start semula untuk digantikan oleh anggota lain dalam regunya. Begitu seterusnya hingga seluruh anggota regu mendapat giliran untuk melompat dan regu yang lebih dahulu mencapai garis finis dinyatakan sebagai pemenangnya.


Nilai Budaya
Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai balap karung ini adalah: kerja keras, kerja sama, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain untuk dapat mencapai garis finis secepat mungkin. Nilai kerja sama tercermin dari kekompakan para pemain ketika sedang bermain. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. [Ali Gufron]

Selasa, 31 Desember 2013

Jaranan


oleh : Revina Riandini
          Budaya Indonesia memang sangat luar biasa, bukan hanya makanan,adat istiadat, dan bahasa yang beragam. Permainan-permainan tempo dulu juga sangat beragam, dari permainan congkak,lompat tali, dan Jaranan.
            Namun disini saya akan membahas lebih detail tentang permainan jaranan. Permainan jaranan berasal dari daerah Yogyakarta, tapi saat ini jaranan bukan saja di mainkan oleh masyarakat Yogya saja, seluruh plosok tanah air juga tau tentang permainan ini. Bahkan di Jawa tengah jaranan telah menjadi kesenian tradisional yaitu tarian kuda lumping.
                Jaranan bukan permainan kompetitif. Hanya saja jaranan merupakan tipe permainan yang dibuat hanya untuk senang-senang saja. Jaranan digunakan menggunakan pelepah pisang, kemudian mereka berimjenasi meninurakan dan membentuk replika bentuk kuda yang sederhana. Anak-anak membuat kuda-kudaan dari pelepah pisang dan berimajinasi menirukan para bangsawan tempo dulu yang berkeliling kampung menunggang kuda besar dan gagah. Sambil bermain, mereka menyanyikan lagujaranan. Dan lirik lagunya kurang lebih seperti ini :
Jaranan jaranan jarane jaran Teji
Sing numpak Mas Ngabehi, sing ngiring para abdi
Jrek jrek nong, jrek jrek gung jrek ejrek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher

Cara membuat jaranan itu sendiri dalah sebaagai berikut:

Pertama kita ambil pelepah daun pisang yang ukurannya sedang, kemuadian kita bersihkan pelepah dari daun-daun yang menempel, setelah bersih kita bentuk jaranan sesuai dengan keinginan kita, untuk mennyambungkan kita gunakan lidi atau sejenisnya.

Minggu, 29 Desember 2013

petak umpet


Petak Umpet

Oleh

Chandra Dwi W



Petak umpet merupakan permainan yang telah merakyat dan dikenali oleh seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai marauke sejak jaman dulu. Permainan petak umpet sendiri biasanya dimainkan lebih dari 5 orang karena dalam aturan permainan petak umpet itu untuk mencari kawan kawannya yang bersembunyi. Dalam permainan petak umpet ini terdapat 2 peran penting. Yang pertama itu sebagai pencari orang yang bersembunyi dan yang kedua adalah orang yang bersembunyi. 
Dalam permainan petak umpet sendiri dapat melatih kecerdasan otak, yaitu dengan melatih daya pikir untuk mencari tempat sembunyi yang tidak mudah untuk ditemukan. Dan melatih kepekaan indera untuk menemukan kawan atau lawan yang bersembunyi. Tata cara permainan petak umet yaitu untuk memulai permainan para pemain harus melakukan undian untuk menentukan siapa yang akan berjaga, undian tersebut biasa dilakukan dengan hompipa sampai habis dan tinggal dua orang yang akan melakukan suit dan yang kalah akan menjadi si pencari teman teman yang akan bersembunyi. Kemudian si pencari akan menutup matanya atau menempel pada salah satu media seperti tembok, pohon, tiang dan lain lain sebagai sarana bentenngnya. Setelah itu si pencari tersebut menghitung angka sesuai kesepakatan bersama sebelum permainan tadi, biasanya si pencari itu akan menghitung sampai sepuluh. Dan saat si pencari itu menghitung maka kawan yang lain harus menemukan tempat bersembunyian yang sukaar untuk ditemukan. Dan setelah sipencari menyelesaikan hitungannya maka si pencari harus menemukan kawan kawannya dari tempat persembunyian sampai menemukan total kawan kawan yang bersembunyi. 
Dalam permainan petak umpet tidak menentukaan berapa lama waktu yang ditentukan. Akan tetapi dalam permainan petak umpet jika si pencaari tadak dapat menemukan seluruh kawan yang bersembunyi maka si pencari dapat menyerah dan para pemain yang tidak ditemukan tadi keluar dari tempat persembunyian. Kemudian otomatis si pencari tadi harus mengulangi permainan tadi.

rumah joglo


Rumah Joglo (Jawa)

Oleh

Chandra Dwi Widyantoro


Rumah joglo merupakan rumah adat masyarakat jawa kususnya daerah Jawa Tengah. Rumah joglo ini sendiri dulunya merupakan rumah yang dapat melambangkan status sosial bagi orang orang Jawa yang mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih saja. Untuk membuat rumah joglo sendiri membutuhkan banyak bahan material rumah yang mahal terutama kayunya. Dan rumah joglo ini juga memerlukan lahan yang luas untuk membangunnya. Hal tersebut dikarenakan rumah joglo memiliki beberapa bagian rumah yang digunakan untuk menerima tamu dalam jumlah ukuran besar. Romah joglo sendiri dulu jauga berasal dari kalangan ningrat atau bangsawan (darah biru). Pada umumnya rumah joglo memiliki tiga bagian rumah utama yaitu (1) Pendopo yang merupakan bagian rumah yang digunakan atau difungsikan untuk menerima tamu dalam skala besar. (2) Pringggitan merupakan bagian ruang tengah yang biasa dugunakan untuk pertunjukaan pertunjukan seperti wayang kulit. (3) Omah ndalem atau rumah njero yang dapat diartikan sebagai rumah dalam merupakan ruang keluarga. Dalam omah ndalem juga terdapat tuga buah senthong (kamar), yaitu senthong kanan, tengah, dan kiri.

Rumah adat jawa itu memiliki artian ynag sederhana walaupun pada dulunya itu hanya kaum bangsawan atau ningrat. Dalam pembangunan rumah joglo sendiri membutuhkan banyak kayu yang digunakan. Seperti pada bagian pendhopo minimal membutuhkan 4 buah kayu besar untuk dijadikan sebagai tiang penyangga yang dinamakna soko guru. Omah ndalem merupakaan bagian inti pada rumah joglo yang dapat diliaht dari struktur ruangannya yang khas dan memiliki dua ketinggian yang berbeda yang ditujukan agar terdapat sirkulasi udara.

Senin, 23 Desember 2013

Kaulinan Barudak Sunda

Kaulinan Barudak Sunda

Oleh Octaviani Hidayahti Maulida

sumber gambar: www.google.com

Di era teknologi canggih kini, telah banyak permainan anak tempo dulu yang hampir hilang dari wajah asli Indonesia. Tentunya sudah banyak permainan tradisional khas daerah yang sudah jarang dimainkan anak zaman sekarang. Ditengah maraknya penggunaan teknologi canggih dan mindset “gak jaman” akhirnya satu persatu kekayaan budaya negeri ini dari segi permainan anak nya memudar. Dengan itu, saya akan mengangkat permainan anak dari salah satu suku di Indonesia tepatnya permainan anak yang berasal dari suku sunda atau biasa dibilang dengan Kaulinan barudak sunda.

sumber gambar: www.google.com

Kaulinan barudak sunda sebenarnya bukan permainan yang hanya sekedar untuk bersenang-senang saja, tetapi juga merupakan bagian dari ethno pendagogik dan pendidikan budi pekerti yang didalamnya terdapat pembelajaran kedisiplinan, kepercayaan diri, kehidupan bersama, kepekaan sosial, bahkan yang terpenting adalah adanya pendidikan akhlak dan budaya.

Syair dalam kaulinan barudak sunda banyak yang menjelaskan tentang kekayaan alam beserta isinya yang merupakan cipatan Tuhan. Selain itu, kaulinan barudak sunda juga mengandung muatan seni tari, musik, teater, olahraga dan sejarah. Berkut beberapa macam kaulinan barudak sunda yang kaya akan unsur imajinasi, kerjasama, dan pertemanan yang berfungsi sebagai media pembentuk kepedulian sosial, kepekaan sosial serta kecerdasan bagi anak:

Pertama,  Jejangkungan, permainan ini dimainkan dengan sepasang galah (atau biasa dikenal dengan tongkat) yang terbuat dari kayu atau bambu. Tumpuan untuk pijakan kaki dibuat pada ketinggian 30-60 cm dari ujung bawah tongkat. Beberapa pemain dapat serentak memainkannya secara bersama. Bisa juga digabungkan dengan jenis permainan yang lain seperti misalnya sepak bola. Jika ada pemain yang jatuh dari jejangkungan, maka pemain tersebut dinyatakan kalah. Jejangkungan dikenal dalam beberapa suku lain di Indonesia dengan nama egrang.

Kedua, Paciwit-ciwit lutung merupakan permainan yang melibatkan 3-4 orang anak. Setiap pemainnya berusaha saling mencubit atau nyiwit punggung tanggan diurutan teratas sambil melantunkan nyanyian yang berbunyi “paciwit-ciwit lutung.. si lutung pindah ka tungtung.. paciwit-ciwit lutung.. si lutung pindah ka tungtung..”. biasa dilakukan di malam hari, untuk kesenangan dan pembelajaran budaya sunda dengan bernyanyi.

Ketiga, Gatrik adalah permainan anak sunda yang dimainkan oleh dua orang atau dua regu yang beranggotakan beberapa orang. Alat yang dimainkan merupakan tongkat pemukul yang terbuat dari kayu sepanjang seperempat tongkat pemukul.

Empat, Sondah atau biasa dikenal dengan Taplak, dimainkan oleh orang yang tak terbatas. Namun, permainan yang satu ini biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan saja. Dengan menggunakan pecahan dari keramik atau batu datar, gambar berupa kotak-kotak kecil yang berbetuk seperti pesawat terbang itu permainan tersebut dapat menjadi seru. Dalam bermain sondah, pemain bisa bergrup maupun individu.


sumber gambar: www.google.com


Masih banyak kaulinan barudak sunda yang hampir sulit ditemukan seperti dulu lagi. Sebagai penerus bangsa, seharusnya kita ikut melestarikan dan membantu para budayawan Indonesia dalam melestarikan kekayaan budaya negeri dengan terus mengenalkan permainan-permainan tradisional kepada tunas-tunas negeri ini. Jangan sampai penerus bangsa ini tak kenal dengan permainan-permainan tradisional karena terpengaruh oleh arus budaya asing. 

Minggu, 22 Desember 2013

Cublak-Cublak Suweng

 oleh : Riva Aji Prawiro
@rivaaji19@gmail.com



Cublak-cublak Suweng, sebuah permainan yang  juga nama lagu tradisional pengiringnya. Permainan Cublak-cublak Suweng biasanya dimainkan oleh 4 orang anak atau lebih. Sebenarnya 3 orang anak sudah cukup untuk mewujudkan permainan ini. Namun jika hanya 3 orang, permainan ini akan cepat selesai dan kurang menantang karena bagian menebak yang menjadi puncak permainan ini menjadi sangat mudah. Oleh karena itu dolanan ini lebih seru dimainkan oleh lebih dari 3 orang anak.
Dalam permainan Cublak-cublak Suweng  ada 3 peran yang dimainkan oleh anak-anak yakni seorang pemimpin atau pengatur permainan, seorang anak yang jadi “Pak Empong” dan sisanya menjadi teman bermain. Pak Empong adalah anak yang nantinya akan tengkurap dan menjadikan punggungnya arena bermain bagi tangan-tangan temannya. Pak Empong biasanya ditentukan lewat undian permainan tangan atau pingsut.
Cara bermain:
·         Gambreng dan yang kalah menjadi Pak Empo. Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. Buka telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo.
·         Salah satu anak memegang biji/ kerikil dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng. “Cublak cublek suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik, sapa mau sing delekke. Sir sir pong dele gosong, sir sir pong dele gosong”.
·         Pada kalimat ”Sapa mau sing delekke” serahkan biji/ kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman.
·         Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil,  sambil menggerak-gerakkan tangan.
·         Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji/ kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji/ kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.
Permainan cublak-cublak suweng memiliki manfaat. Anak belajar menyanyi, mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan, mengenal bahasa Jawa, melatih motorik halus, belajar mengikuti aturan, latihan kerja sama dan belajar menyimpan rahasia. Permainan ini seharusnya sering dimainkan agar budaya Indonesia semakin hari tidak menghilang.






Permainan Lompat Tali

Oleh: Umi Kulsum

Lompat Tali
            Indonesia mempunyai banyak warisan budaya salah satunya adalah permainan, salah satu permainan yang sering dimainkan oleh anak indonesia yaitu lompat tali. Lompat tali adalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Permainan ini mempunyai banyak sebutan, salah satunya di provinsi Riau permainan ini disebut dengan tali Merdeka. Warga provinsi Riau menyebut permainan ini dengan Tali Merdeka karena pada lompatan akhir pemegang tali meregangkan tali setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara dan kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan yang dilakukan oleh pejuang pada saat mengucapkan “merdeka”.

            Permainan ini dapat dimainkan dimana saja dan tidak membutuhkan banyak tempat. Permainan lompat tali ini dimainkan oleh 3-10 orang. Pemainnya dibagi menjadi 2 group yaitu pemegang tali dan pelompat. Lompat tali tergolong permainan yang sederhana hanya dengan karet-karet gelang yang dianyam memanjang sekitar 3-4 meter sudah dapat dimainkan. Cara memainkannya mudah hanya dengan melompati karet gelang yang sudah dianyam memanjang yang dipegang oleh dua orang.



            Dalam lompat tali ada beberapa tingkatan atau tinggi tali yang harus dilompati yaitu tali berada pada batas lutut pemegang tali, tali berada pada batas pinggang (pelompat tidak boleh mengenai tali), posisi tali berada di dada (pelompat boleh mengenai tali), tali berada sebatas telinga, posisi tali ada di kepala, posisi tali sebatas satu jengkal dari kepala, posisi tali sebatas dua jengkal dari kepala, dan yang terakhir posisi tali seacungan.

            Nilai-nilai yang terkandung didalam permainan lompat tali ini adalah nilai kerja keras ditandai dengan semangat para pemain untuk melompati tali dengan berbagai ketinggian, nilai ketangkasan dan kecermatan ditandai dengan perkiraan pemain antara tingginya tali dan lompatan yang akan dilakukan, nilai sportivitas ditandai dengan sikap pemain yang tidak curang serta bersedia menggantikan pemegang tali jika melakukan pelanggaran pada aturan yang sudah ditentukan. 

Permainan Congklak atau Dakon

Oleh: Hasna Rosyida Valentin



Permainan. Biasanya selalu ada disetiap daerah. Tanpa kecuali Indonesia. Permainan juga merupakan salah satu media hiburan. Didalam permainan banyak nilai yang terkandung didalamnya salah satunya yaitu sportif. Dalam setiap permainan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Di Indonesia ada banyak permainan yang tersedia. Salah satunya adalah congklak. Congklak adalah sebuah permainan tempo dulu yang cukup seru untuk dimainkan. Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang pemain saja. Biasanya dimainkan dengan biji – bijian, kerang, tumbuh – tumbuhan dan batu – batuan kecil.

Permainan ini ada di Indonesia. Hampir disetiap daerah di Indonesia ada hanya saja namanya saja yang berbeda. Di Jawa permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dhakon, dhakonan. Sedangkan di daerah Sumatra dan Melayu dikenal dengan nama congkak. Bila di Lampung permainan ini dikenal dengan dentuman lamban, dan di Sulawesi dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Anggalacang, dan Nogarata.

Permainan congklak ini dimainkan oleh dua orang pemain. Dan menggunakan papan main ditambah dengan biji berjumlah 98 biji (14x7). Dalam satu papan terdapat 16 lubang, 14 lubang saling berhadapan tujuh disisi kanan dan tujuh disisi kiri. Dua lubang diantaranya digunakan sebagai lumbung atau tempat perolehan, diletakan diujung papan. Permainan ini diawali dengan salah satu pemain memilih salah satu dari lubang kecil isi yang ada didalamnya diambil dan meletakkan satu persatu ke sebelah kanan dan seterusnya.

Bila biji habis dilubang kecil yang masih ada biji lainnya, ia dapat mengambil biji tersebut dan melanjutkan mengisi, namun bila biji habis pada lobang besar miliknya maka ia tetap bisa melanjutkan permainan dengan memilih biji yang ada di lubang kecil lainnya. Bila biji habis dilubang kosong sisi lawan maka permainan bergantian dengan lawan. Namun jika biji habis dilubang kosong sisi sendiri maka bergantian dan mengambil seluruh biji disisi yang berhadapan. Permainan congklak ini akan berakhir bila seluruh biji di lubang kecil sudah berada di kedua lubang besar. Pemanangnya adalah pemain yang memiliki biji pada lubang besar lebih banyak dari lawan.

Konon dijaman dulu permainan congklak ini hanya dimainkan oleh para bangsawan saja terutama oleh anak perempuannya saja. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu permainan ini bisa dimainkan oleh siapapun yang menyukainnya. Baik rakyat maupun bangsawan.

Mungkin dijaman yang sudah modern dan dengan adanya globalisasi menyebabkan permainan congklak dan permainan tradisional lain jarang dimainkan oleh anak-anak. Sudah mulai tergantikan, kita sebagai penerus bangsa ini harus bisa melestarikan permainan ini, agar anak cucu kita nanti tahu bagaimana rasanya bermain congklak.

Kata Kunci : Congklak

Engklek

Oleh : Miftakhul Yuni Hapsari


Permainan ini memiliki banyak nama lain atau istilah. Beberapa panggilan teklek ciplak gunung, demprak dan banyak lagi. Istilah disebutkan beragam, tapi permainan masih dimainkan sama. Permainan ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi dengan nama yang berbeda.

Cara bermain sangat sederhana, hanya melompat pada satu kaki pada setiap plot telah
dijelaskan sebelumnya di dalam tanah. Untuk dapat bermain setiap anak harus memiliki kereweng atau gacuk yang biasanya patah ubin, lantai keramik atau batu datar. Kreweng / gacuk dilemparkan ke salah satu digambarkan pada lahan, plot bahwa tidak boleh diinjak-injak dengan gacuk / ditempati oleh masing-masing pemain, sehingga pemain harus melompat ke depan dengan satu petak kaki sekitar plot di sana. Ketika para pemain tidak boleh melebihi kotak yang sesuai jika melebihi kemudian didiskualifikasi dan digantikan oleh pemain-pemain berikutnya yang menyelesaikan putaran pertama gacuk melemparkan jalan kembali ke main jingkat. Jika cocok di plot yang diinginkan plot akan menjadi "lapangan", yang berarti bahwa pemain yang bersangkutan alun-alun dapat melangkah plot dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak bisa melangkah di atasnya selama plot permainan. Peserta yang memiliki "lapangan" di sebagian besar adalah pemenangnya. Olahraga ini sangat menarik karena biasanya kesalahan paling umum yang dibuat adalah ketika kita membuang gacuk tapi tidak pas kotak atau menyelinap keluar dari tempat .